Liburan akhir tahun yang sederhana, tapi penuh makna, menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi keluarga kecilku. Pada Sabtu malam di akhir Desember 2024, kami berangkat menuju Pantai Batakan, sebuah tempat yang jauh dari rumah. Meski cuaca tidak bersahabat, dengan hujan yang turun sejak kami tiba, kami tetap merasa semangat. Ketiga anak kami yang ceria juga tampak tak sabar untuk menikmati udara laut, meskipun langit tampak mendung dan hujan sesekali menyapa. Hati kami tetap hangat, karena kebersamaan adalah anugerah terbesar yang kami miliki.
Tenda-tenda yang berdiri di sepanjang pantai memberikan kesan yang begitu damai, seolah memanggil kami untuk merasakan kedamaian. Salah satu tenda, yang didirikan oleh saudara-saudara dari Kandangan, membuat kami merasa seolah kami bukan hanya sekadar berlibur, melainkan berada di tengah sebuah keluarga besar. Mereka tengah membaca Maulid Nabi, dan entah mengapa, kami yang semula hanya ingin menikmati malam, tanpa rencana, akhirnya ikut serta dalam lantunan zikir yang begitu menentramkan. Malam itu, seakan setiap kata yang terucap menjadi doa, dan kami merasakan kehadiran Rasulullah di antara kami.
Ketika kami ikut membaca bersama, hati terasa lebih lapang. Masya Allah, betapa damainya suasana malam itu. Udara laut yang lembab dan hujan yang tak kunjung reda justru memberi kesan tenang dan penuh ketenangan. Begitu mendalam rasa syukur yang hadir dalam dada, dan setiap lafaz terasa lebih indah. Rasanya seperti ada kekuatan yang luar biasa mengalir dalam jiwa kami, membuat kami lebih dekat dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan diri kami sendiri.
Tiba-tiba, di tengah keheningan, air mata jatuh tanpa bisa dibendung. Entah karena apa, mungkin karena begitu kuatnya rasa syukur, atau mungkin karena menyadari betapa kecilnya kami di hadapan-Nya. Namun, air mata itu membawa kedamaian. Kami merasa bahwa hidup ini begitu singkat, dan setiap detiknya haruslah dipenuhi dengan rasa syukur. Kami berbagi tawa dengan anak-anak, berpelukan dengan pasangan, dan merasakan kebahagiaan dalam bentuk yang sangat sederhana. Namun, itulah kebahagiaan yang sejati, yang datang ketika kita bersama orang-orang yang kita cintai.
Pada Minggu siang, saat kami harus pulang, hujan kembali turun. Seperti mengantar kami dalam perjalanan pulang. Namun, hati kami tidak merasa berat. Kami meninggalkan Pantai Batakan dengan sejuta kenangan indah. Liburan kecil yang penuh makna ini mengajarkan kami banyak hal. Bahwa kebahagiaan bisa datang dari mana saja atau acara besar, tetapi dari kebersamaan yang tulus dan doa yang dipanjatkan dengan hati yang penuh keikhlasan. Semoga Allah selalu memberikan kami kesempatan untuk merasakan kebahagiaan sederhana ini, yang jauh lebih berharga daripada apapun.
.jpeg)

