Jumat, 05 Juli 2024

Menggapai Keberkahan Tahun Baru Islam

 


Saat senja menyapa dan adzan maghrib berkumandang, menandakan tibanya satu Muharram, kita memulai dengan bacaan surah Yasin. Setelah itu, dengan hati penuh khusyuk, kita membaca doa awal tahun. Di dalam doa tersebut, kita berniat untuk mendapatkan segala kebaikan dan keberkahan sepanjang tahun mendatang. Kita memohon agar shalat kita senantiasa terjaga, Allah mudahkan langkah kita untuk menghadiri majlis ilmu, bangun malam untuk tahajud, dan bersedekah. 


Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memulai sesuatu dengan niat yang baik, maka baginya pahala sesuai dengan niatnya” (HR Bukhari). Maka malam ini, kita memperbanyak niat baik, termasuk menjadi anak yang soleh solehah dan bagi ibu ibu menjadi  istri dan ibu yang sholehah, dan bagi suami jadi suami yang soleh, bagi yang masih memiliki orang tua, menjadi anak yang berbakti. Kita memohon perlindungan Allah sepanjang tahun agar dijauhkan dari dosa dan dilindungi dari godaan syetan dan hawa nafsu. 


Malam ini juga kita mengikuti tradisi tafa'ulan yang diajarkan oleh Abuya As Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliki, dengan meminum susu tanpa campuran warna selain putih. Ini sebagai simbol untuk menjadikan tahun ini sebagai tahun yang putih, penuh dengan kebaikan dan kebersihan hati. “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS Ar-Ra’d: 11). Dengan niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh, kita berharap Allah menjadikan tahun ini lebih baik dari sebelumnya.


Dari malam 1 Muharram hingga sebelum subuh, kita membaca ayat kursi sebanyak 360 kali, sebanyak bilangan hari dalam setahun. Setiap bacaan dimulai dengan basmallah, memohon perlindungan dari segala kejahatan sepanjang tahun. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian” (HR An-Nasai). Dengan penuh keyakinan, kita berharap Allah melindungi kita dari segala keburukan.


Akhirnya, kita berdoa dengan sungguh-sungguh, memohon agar Allah menjadikan kita hamba yang taat dan dijaga dari perbuatan dosa. Kita berdoa agar Allah memberi kekuatan untuk menghadapi musuh terbesar dalam hidup, yaitu syetan dan hawa nafsu. Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh berkah dan rahmat, serta Allah mengabulkan segala niat dan doa kita. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku” (QS Al-Baqarah: 186).

3 komentar:

Rahasia Besar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

  Sepuluh malam terakhir di bulan suci Ramadan merupakan waktu yang sangat istimewa bagi setiap Muslim untuk memperbanyak amal ibadah dan me...